Kalau udah bahas Mercedes, gak afdol kalau kita kacangin C-Class.
For me, C-Class is the icon of the Mercedes-Benz.
Kali ini, gua akan blog varian entry dari C-Class, yakni C180 Avantgarde.

1st impressions?
Masih terlihat cantik walaupun ini sebenarnya udah dari tahun 2014 modelnya.
Depannya?

Aura Silver Arrow yang dimilikinya masih terasa disini.
Lampu depannya udah LED High Performance Lamps. LED DRL juga udah tersedia.
Bumper depannya udah ditemenin 4 sensor parkir.
Grill-nya lebih terkesan modern untuk Mercedes dengan 2 garis tebal and logo bintang yang menandakan kemapanan and gengsi.
Sampingnya?

Minimalist, simple yet elegant.
Peleknya ini berukuran 17″, namun design-nya seperti 18″. Namun gua suka sama peleknya. Remnya udah pasti ABS, EBD, BA. Biar lebih premium, ban yang digunakan adalah merk Michelin.
Di side skirt, ada chrome, namun dia serasi and gak norak. Begitu juga dengan chrome di sekitaran design kaca yang membuatnya tetap terasa elegant in the manner of Silver Arrow.
Design mirror yang dimilikinya juga kece 👍.
Belakangnya?

Bagian yang gua suka, namun sekalian yang gua benci.
Suka karena design lampunya yang elegant & keren bet. Dia udah adaptive, tentunya udah LED and ketika dinyalakan, ampun deh 😍😂.
Benci karena fake exhaust. Gua paling alergi sama trend itu and harus musnah bagaimana pun juga 🙃😑. Karena exhaust aslinya C180 ini berada di bagian bawah kanan. Hanya ada 1.
At least, bagian belakangnya punya hal yang menghibur, yakni 2 sensor parkir, lampu plat LED and Reverse Camera.

Bagasi yang dimilikinya termasuk luas. Cocok untuk anda yang bawa barang berukuran besar seperti tas golf, koper, etc.
Dalamnya?

Bagian favorit gua 😍.
Steering-nya udah bisa tilt & telescopic secara electric and ditemani berbagai tombol seperti cruise control, audio control & paddle shifts.

Material yang digunakannya termasuk bagus. Mulai dari steering. Kulit yang digunakannya termasuk halus and enak untuk digenggam.
Material soft touch di beberapa bagian interior termasuk baik. Begitu juga dengan panel tengah dengan finishing Black Piano yang terlihat elegant. Ada kulit halus yang digunakan and dia memiliki kualitas yang baik.
Jok kulit yang digunakan termasuk nyaman diduduki and halus materialnya. Pengaturan bisa dilakukan secara electric. Pedal gas udah menggunakan tipe organ. Tuas transmisi terletak dekat tuas sein & wiper, bukan di tengah panel or tengah interior, seperti beberapa Mercedes modern.
Untuk head unit, dia berukuran 10.25″. Dia bisa Apple CarPlay & Android Auto, Audio 20.
Speedometer juga udah full digital and UI nya terasa Mercedes-Benz bet 👍.
Speaker udah siap menemani perjalanan anda biar makin asyik. Laci tengah yang dimilikinya termasuk spacious and laci depan udah soft opening and udah dilapisi beludru.
Baris ke-2 dari sedan ini termasuk spacious. Cocok untuk kalian yang menomorsatukan kenyamanan above all. Roomleg masih lega, headroom juga masih lega. Build quality pun masih sama bagusnya dengan yang didepan. Baris ke-2 juga udah punya folding rear seats backrests.

Ada AC double blower untuk penumpang belakang biar gak kepanasan and makin nyaman.
Hal-hal lain yang dimiliki C180 ini adalah: Active Brake Assist, THERMATIC Automatic Climate Control, Interior lighting package, Independent boot locking, KEYLESS GO, Interior mirror and driver’s exterior mirror automatically dimming, Rain sensor, Kneebag, DYNAMIC SELECT, Agility Control Suspension with selective damping system and lowering.
Mau di depan or belakang, sama enaknya C-Class ini sebenarnya.
Specs?

Agak kaget sih baca spec yang dimilikinya.
1.5L Inline-4.
156 HP of Power. 250 NM of Torque.
9G-Tronic Transmission.
11:1 Compression Ratio.
Euro 6 Emissions Standard.
0-100 Km/h in 8.6 seconds.
Top speed approx. 223 km/h
Awalnya, gua mengira bahwa ini ditenagai mesin 2000cc karena lawan sejatinya memakai konfigurasi serupa.
Mesin 1500cc yang digunakan Silver Arrow ini termasuk mesin baru.
Packaging termasuk rapi, kapnya udah pakai peredam. Cover engine-nya exquisite 👍.
Harga yang ditaksir adalah Rp. 759.000.000,- Off The Road. Hal ini menjadikannya sebagai C-Class termurah. Menggiurkan nih. Gak perlu 1M untuk C-Class 😍😅😯.
Warna yang ditawarkan adalah Obsidian Black & Polar White.
For me, ini walaupun entry level, namun quality yang dimilikinya masih terasa Silver Arrow.
Driving impressions?
Mercedes-Benz C180 Avantgarde (1st Drive)
pada tanggal For me, C Class adalah the foundation of the Silver Arrow. Jadi, test drive Mercedes tanpa mencoba C-Class, pasti ada yang kurang.
Btw, this is my 1st time experience driving an well-known Silver Arrow C-Class.
And area yang digunakan adalah lapangan parkir dekat lobby mall Senayan City.

Varian yang saya coba adalah varian termurah, yakni C180 Avantgarde.
Ketika pertama kali masuk kabin and menyalakan mesinnya, aura Mercedes-Benz yang dimilikinya menghipnotis gua and membuat gua sulit percaya that I’m actually test drive a Silver Arrow. Sebelum gua gas, gua atur dulu posisi mengemudi yang ideal.
Kalaupun ada glitches-nya, itu adalah cara mengganti mode transmisi yang anti mainstream, karena tuasnya yang terletak di dekat steering wheel, bukan di tengah interior kek mobil umumnya 😂😅🤣.
And…. Off we go.
Hal pertama yang gua rasakan adalah steering-nya terasa European. Light namun gak bikin rese. Dia terasa akurat and balanced. Rasanya masih like a proper Mercedes.
Visibilitas yang dimilikinya tergolong baik. Depan luas, samping bagus, belakang termasuk baik. Pilar A yang dimilikinya gak gitu menganggu.
Suspension yang dimilikinya termasuk cukup stiff/kaku ketika melewati speedbump ringan, namun masih terasa nyaman and proper 👍.
Ketika diajak tikung menikung, dia terasa lincah sebenarnya. Walaupun kualitas handling yang dimilikinya lebih condong ke comfy over sporty. Termasuk cukup kontras dengan 320i G20. Seperti Silver Arrow pada umumnya, kenyamanan adalah kekuatannya.
Mesin 1.500cc yang dimilikinya terkesan receh di kertas dengan tenaga hanya 156 HP, namun ketika dibejek sedikit, ini mesin lumayan ngacir sebenarnya. Pedal organ yang dimilikinya termasuk nyaman, respons yang diberikan terasa linear. Namun ketika dibandingkan dengan 320i G20, rasanya, ini sedikit lebih telat, walaupun kagak bikin rese kek CVT. Perbedaannya cukup tipis diantara mereka. Transmisi 9G-Tronic 9 Percepatan yang dimilikinya termasuk halus and sigap perpindahannya. Mode Manualnya bolehlah kinerjanya. Bisa digunakan melalui paddle shift.
Peredaman kabinnya is incredible. Karena dia serasa seperti dunia milik sendiri. Tenang banget gua dibuat didalamnya. Saking kedapnya, gua seperti sedang berada di kamar tidur milik pribadi 😂😅🤣👍.
Rem yang dimiliki C180 ini termasuk bagus kinerjanya. Remnya bisa ditakar and braking powernya termasuk pakem 👍.
Tidak hanya disitu, gua suka vibe interior dari C180 ini. Walaupun dia yang entry level, namun dia kagak malu-maluin. Gua suka bet sama digital instruments yang dimilikinya. Modern and feels like a Mercedes 👍. Resolusinya bagus, komposisi warnanya pas & gak norak.
Ketika udah siap test drive di area yang cukup terbatas, masih ada hal yang menurut gua sama rumitnya dengan BMW & Peugeot. Yakni memindahkan gigi ke posisi P (Parking) 😅.
Di Mercedes, posisi P terletak di ujung tuas transmisi yang berwarna silver. Tekan tombol tersebut, maka anda memasuki posisi P.
So how is it?
My 1st experience with the Silver Arrow. And it was one of the most complex car I’ve ever drive. The entry-level variant that behave like a higher spec. Not fun to drive, but nice to drive is more likely. C180 is for you who love comfy ride.
My ratings:
Performance: 8/10
Handling: 8.2/10
Comfort: 8.6/10
Features: 8.3/10
Chassis: 8.4/10
My verdict:
C180 maybe the entry-level variant of the C-Class. But the quality still perform like a Mercedes-Benz should be: Comfy, soft, advanced & elegant.
Feel free to unleash your thoughts on this C180 experience.
Thank you & drive for your life.
