Mazda Power Drive. The CX-8 & CX-5 First Drive.

Setelah VW Drive Fest, sekarang giliran Mazda yang memanjakan para citizen dengan mengadakan acara Mazda Power Drive yang dilaksanakan 1 hari setelah peluncuran produk baru mereka, yakni, Mazda CX-8.

Untuk join event yang berlokasi di The Goods Diner, SCBD Sudirman ini, anda daftar dulu melalui QR Code. Setelah itu, anda diminta untuk mengikuti briefing mengenai keunggulan teknologi yang ada di mobil Mazda yang tidak dimiliki counterparts-nya. Selain itu, ada info mengenai route test drive dan safety info.

Setelah briefing, scan QR code untuk memilih mobil yang anda ingin test.

Oh yes. Kebetulan juga, ada Mazda2 Facelift & Mazda CX-5 Facelift juga ada disini.

1st, gua test drive CX-5. CX-5 Elite.

Akhirnya sih, sekian lama udah lihat tuh mobil yang memperkenalkan Skyactiv pertama kalinya ke Indonesia since 2012, bisa dapat kesempatan untuk mengetesnya.😍😂😁

2nd, my main objective, Mazda CX-8. The highlight of the show.

That is one heck of a car for me.

Driving impression nya?

Netizens: Mazda CX-5 gak 7-seater.

Mazda CX-9 udah 7 seater, namun agak kemahalan.
Mazda: Why not combining both, so it’s more affordable and make sense?
By introducing to the netizen/citizens, the Mazda CX-8.

Gua pertama kali dengar CX-8 itu dari suatu majalah otomotif. Dan gua gak akan memprediksi mobil ini akan masuk ke Indonesia sama sekali, karena penjualannya difokuskan ke Japan. Sampai akhirnya, EMI (Eurokars Motor Indonesia), partner resmi dari Mazda Indonesia, memboyong mobil ini ke tanah air tercinta ini kemarin.

1st impression? 
Seperti mobil Mazda hasil kawin silang antara CX-5 & CX-9 😂😅🤣.

Depannya mirip bet seperti saudaranya, CX-5. Grill-nya yang membedakan. CX-5 mirip sarang lebah yang udah 3D, sedangkan CX-8, pakai garis-garis ala-ala CX-5 sebelum model 2017.Lampu udah pastinya LED and ada DRL. Fog lamps juga udah LED.

Sampingnya? 
Di sinilah yang membedakan antara CX-5 & CX-8.

Kaca yang lebih besar di pilar C adalah salah satunya.

Selain itu, mobil ini juga tentunya lebih panjang daripada saudaranya, mengingat CX-8 ini adalah SUV yang 7-seater capable.

Peleknya berbahan alumunium bright, berprofil 255/55R19.
Rem udah pasti ABS, EBD, BA, and friends.

Chrome di bingkai kaca dan fender bawahnya, gua suka 😍. Gak lebay dan bikin sakit mata, kek tetangga sebelah.

Belakangnya?

Seperti CX-9 (like literally 😅)

Desain lampunya, chrome-nya, 2 exhausts-nya, benar-benar bisa bikin orang awam bingung untuk membedakan antara CX-9 & CX-8 😂.

Oh yes…

Dia udah membuka & menutup bagasi secara eletronik.

Kapasitasnya (with engaged 7 seater), lumayan spacious sih. Kalau kurang, jok baris ke-3 bisa dilipat.

Kapasitasnya (disengaged 7 seater), tergolong spacious and reasonable.

Gimana nih interiornya?

Sama seperti dengan saudaranya in a positive manner. 😁👍.

Nappa leather-nya menyapa banget and kualitasnya bagus bet. Pengen deh memegang material ini lama-lama, sampai gua puas 😆.

Pengaturan jok-nya udah electric and agak sedikit berbunyi, gak seperti CX-5 yang gak ada suara electric-nya. Memory Seat? Pastinya ada.

Steering udah tilt & telescopic.
Tombol-tombol udah menemani, hanya paddle shift yang gak ada 😦
Untungnya, bisa dibeli secara terpisah sebagai accessories 🙂

Bukan perkara sulit untuk mencari posisi mengemudi yang ideal disini.

Selain di jok, bahan soft touch juga udah menyapa disini.

Begitu juga dengan lacinya yang udah soft opening & udah ada bahan beludru didalamnya 👍. Tempat penyimpanan kaca mata pun udah soft opening 👍.

HUD nya udah kek projector, gak pakai layar kecil tambahan.

Lampu didalamnya juga udah LED.

MZD connect masih setia menemani, tentunya.
Dan jangan lupakan sahabat karibnya, i-activesense.

CX-8 ini memiliki baris ke-2 yang spacious and udah Captain Seat. Finally!

Selain itu, udah ada AC double blower dibawah and udah triple zone, sehingga suhu dibelakang bisa independen.
Ada 2 cup holder and tempat penyimpanan yang luas & ada 2 colokan USB dengan aliran 2.1A, sehingga gak ada lagi drama chargeran di belakang 😁😅.

Oh yes…

Untuk nambah privacy, ada tirai di samping. Nice 👍.

Audionya udah 10 speaker dari BOSE. Cocok untuk sekeluarga yang suka dengarin music 👍.

Powerplant?

Same as the CX-5.

2.5L Skyactiv G. 192 PS of Power, 252 NM of Torque. 6-Speed AT Skyactiv Drive, distributed via Front-Wheel Drive.

Price?

Lumayan keterlaluan sih.

Untuk Touring, harganya Rp 664.8 juta off the road JKT & Elite harganya Rp 746,8 juta off the road JKT.

Memang rada bimbang sih harganya. Harganya bisa berbeda jauh karena di Touring, tidak ada i-activesense.

Warna Grey & Red nambah Rp 4 juta.

Tbh, ada beberapa kekurangan mobil ini yang bisa jadi pertimbangan sebelum memboyong mobil ini:
– No Sunroof
– No Adaptive Cruise Control

Walaupun gitu, ini mobil memiliki hal special yang rivalnya kagak ada:
– Captain Seat
– AC Triple Zone
– Tirai samping
– i-activesense
– GVC Plus
– 7-seater capable

Kalau udah bahas features, udah pasti identitlcal dengan Mazda CX-5 dan Mazda-Mazda yang lainnya.

Mazda CX-5 First Drive

Setelah sekian lama lihat mobil yang gua anggap sebagai “game changer” di pameran & jalanan, akhirnya, melalui Mazda Power Drive inilah, it’s dream come true for me to drive this car for the 1st time 😁.

Tbh, gua agak sulit percaya kalau CX-5 kali ini rupanya udah di facelift.

Salah satu ambassador-nya mengatakan bahwa yang berubah di facelift ini memang gak gitu mencolok dari luar, namun ada beberapa hal yang membuatnya sedikit berbeda dibandingkan sebelum facelift.
Hanya ada tambahan roof rail untuk bagian luarnya.

Yang membuatnya berbeda dibandingkan versi pre-facelift adalah refinement pada engine-nya, terutama pada Piston-nya.
Selain itu, ada fitur baru, yakni Camera 360.

Speedometer udah digital and Apple CarPlay & Android Auto udah ada. Finally!

Inilah kesan pertama gua membawa si game changer ini.

Interior?

Gua suka banget sama material berkualitas baik yang dipakai CX-5 ini, karena akan menggoda anda untuk semakin betah di mobil. Soft touch nya itu loh, terutama 😍👍.

Kekedapan kabinnya sangat apik 👍.
Jadi, kenyamanan semakin bertambah.
Ditambah lagi dengan jok kulit yang dipakainya. Joknya sesuai banget dengan postur gua, pengaturannya udah electric and udah ada memory seat, sehingga kalau anda mau naik mobil ini lagi, gak perlu repot utak-atik posisi.

Driving position-nya adalah hal yang paling gua favoritkan di bagian interior CX-5 ini. Kualitasnya mencerminkan gua banget. Hehe 😁.
Dalam artian…, benar-benar nyaman kita dibuatnya sebagai pengemudi dan filosofi Jinba-Ittai yang diusung-nya bukanlah pepesan kosong doang. Kita dengan mobil itu dibuat menyatu menjadi satu kesatuan. Dan gak perlu berlama-lama untuk mendapatkan rasa satu kesatuan tersebut.

Performance?

Gua suka bet sama engine 2.5L Skyactiv G yang diusungnya. Masa bodolah dengan tiadanya turbo, toh angka yang dihasilkan juga impressive. Tenaga 190 HP dan torsi 251 NM. Makin yahud lagi dengan transmisi 6-speed AT Skyactiv Drive.

Throttle-nya responsive banget. Instant, No Delay, right at that precise moment 😅👍.

Kinerja transmisi-nya seperti tipikal Skyactiv Drive. Soft as CVT, Quick as Double Clutch (Wet Clutch)

No paddle shift? No problem

Shifter-nya yang ada manual mode pun asyik 😉.

Handling?

Beberapa media otomotif mengatakan bahwa handling dari CX-5 ini adalah salah satu yang terbaik di kelasnya.

You know what?

I agree….

Ini SUV, tapi handling-nya agile banget, seolah-olah kita sedang mengendarai mobil kecil, padahal ini CX-5 loh. Ukurannya lumayan besar padahal.

Si Gituan dari German aja gak se-agile ini handling-nya 😂.

Di speed bump yang singkat, dia lebih ke arah stiff & rigid.

Agility mobil ini semakin membuat gua pengen senyum-senyum sendiri karena ketika gua bawa untuk zig-zag, agility-nya bikin nagih, terutama untuk kalian yang suka menikung 😂.

Karakter Suspension-nya gua banget, karena dia sangat nurut dan lincah banget 👍. Jinba-Ittai, I like that philosophy 👍

Chassis-nya termasuk rigid. Bukan neko-neko.

Gua suka banget sama kinerjanya, karena sangat memungkinkan kita untuk menyatu dengan mobil dengan sangat cepat.

Features?

Hal pertama yang gua gak gitu suka dari mobil ini adalah resolusi dari Camera 360 yang kurang jernih. Rasanya, seperti camera dengan resolusi VGA hingga 5 MP.

Setidaknya, dia akan menyala ketika lagi berada dalam kesempitan dan udah ada garis pembantu untuk membantu kita untuk melewati sudut-sudut tersulit di sekitar kita. Itu plus side dari Camera 360.

Blind Spot Monitoring System nya as always, membantu banget di jalanan macem JKT 👍. Kalau lu mau belok kiri/kanan, dan ketika ada objek in either way, bakalan bunyi tuh Blind Spot-nya to remind us.

i-stop nya is smart for me. Effective banget kalau lagi di lampu merah (terutama lampu panjang). Mesin mati total, namun ketika kita injak gas, bakalan nyala like normal. Epic 👍.

HUD nya gak pakai layar pemantul, instead, dia pakai proyektor yang langsung menampilkan info ke kaca, sehingga kelihatan semakin advanced & clean.

My rating:

Performance: 8.5/10
Handling: 8.5/10
Chassis: 8.5/10
Comfort: 8.4/10
Features: 8.4/10

My nickname for this car: Jennifer.

Due to the fame of this car since 2012. Looks minimalist, but with maximum effect. The characteristics of this car & the looks reminds me to her 😁😅.

Jadi gimana, Mike?

No wonder kenapa CX-5 ini bisa laris di Indonesia sejak diluncurkan tahun 2012.

Jarang banget ada SUV yang berkarakter seperti anak muda. Ini adalah salah satu dari sekian banyak SUV yang berhasil merubah paradigma kalau SUV itu kurang fun.

Final verdict:

Whether they realized it or not, this SUV has changed the automotive world, forever.

Most agile & Fun To Drive SUV in its class. Period.

How About CX-8?

Produk hasil kawin silang CX-5 & CX-9 ini turns to be a memorable car that some people should consider.

Here’s why.


Please visit Pekanbaru, will you?

Pertama, gua senang banget sama manuver marketing Mazda yang langsung menggelar test drive tersebut, langsung 1 hari setelah peluncuran Mazda CX-8 di Plaza Indonesia.

Sampai gua bertanya-tanya sama diri sendiri, Kapan lagi ada car brands yang segreget ini?

Gak hanya itu, semua line-up Mazda bisa di-test drive, biar semua citizen bisa merasakan Jinba-Ittai yang digaungkan Mazda di setiap mobilnya.

Anyway,

Ini adalah mobil Mazda lainnya yang memiliki kemampuan 7-seater. Terus dialah satu-satunya di line-up Mazda yang memakai Captain Seat.
Basisnya dari CX-5, namun dipanjangkan Wheelbase-nya biar bisa 7-seater.

Ketika kalian udah memiliki waktu terbang yang cukup lama dengan CX-5, pasti gak akan kesulitan beradaptasi dengan CX-8, karena vibe interior-nya terasa identic.

Jangankan interior…

Material interior-nya, kualitas mengemudi, handling, Jinba-Ittai philosophy, soundproofing, chassis, engine sampai transmission-nya pun identic.

Identic in a positive matter.

Yang sebenarnya jadi sorotan dari CX-8 ini adalah akomodasi-nya, terutama, karena penggunaan captain seat, dan pastinya, more spacious that its 5-seater brother.
AC udah triple zone, ada central cup holder & central box.

Namun, ada beberapa hal yang cukup disayangkan untuk mobil yang dibanderol seharga 700-an juta.

Yakni, absennya sunroof (sedangkan saudara-ada), dan seat heater yang gak gitu guna untuk iklim tropis di +62. Mendingan seat cooler sih karena lebih suitable.

Untuk fiturnya, i-activesense udah pasti ada dong, kecuali untuk tipe Touring (sadly).

Makanya harga varian Touring bisa lebih murah sekitar Rp 664 juta.

Handling lincah & chassis mumpuni? So pasti 👍

Tenaga spontan & transmission asyik? Jelas 👍

Kekedapannya? Top markotop 👍

Jadi gimana, Mike?

Kalau CX-9 terasa kemahalan dan agak kebesaran, maka CX-8 ini bisa jadi alternatif untuk anda yang ingin mobil Mazda yang 7-seater capable.

My ratings:

Performance: 8/10

Handling: 8.5/10

Comfort: 8.3/10

Features: 8.2/10

Chassis: 8.4/10

My nickname for this car: Michelle.

Due to the fact that the CX-8 is a CX-5 with 7-seater. And the correlation is, that Michelle is quite identic with someone special that can be developed into something incredible.

Final verdict:

You are alone no more, CX-5. Your 7-seater brother is a fun car too. As fun as you are.

Tinggalkan komentar